Posted by
SonyGumilar
on
3/17/2014
in
CSS
|
Cascading Style Sheet (CSS) merupakan salah satu bahasa pemrograman
web untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga
akan lebih terstruktur dan seragam. Sama halnya styles dalam aplikasi
pengolahan kata seperti Microsoft Word yang dapat mengatur beberapa
style, misalnya heading, subbab, bodytext, footer, images, dan style
lainnya untuk dapat digunakan bersama-sama dalam beberapa file. Pada
umumnya CSS dipakai untuk memformat tampilan halaman web yang dibuat
dengan
bahasa HTML dan XHTML.
CSS
dapat mengendalikan ukuran gambar, warna body teks, warna tabel, ukuran
border, warna border, warna hyperlink, warna mouse over, spasi antar
paragraf, spasi antar teks, margin kiri/kanan/atas/bawah, dan parameter
lainnya
.CSS adalah bahasa style sheet yang digunakan untuk
mengatur tampilan dokument. Dengan adanya CSS memungkinkan kita untuk
menampilkan halaman yang sama dengan format yang berbeda.
Ada tiga jenis cara dalam penggunaan CSS ini, yaitu:
- External Style Sheet
- Internal Style Sheet
- Inline Style Sheet
Dalam artikel kali ini akan dibahas satu-persatu.
External Style Sheet
Adalah CSS yang dibuat dalam file terpisah dengan ekstensi file .css.
Untuk memanggilnya menggunakan script html yang disisipkan antara tag
head sebagai berikut:
<link rel="stylesheet" type="text/css" href="ditektori/style.css" />
|
Pada bagian href tersebut tinggal diisi mengarah ke direktori dimana
Anda menempatkan file cssnya. Penggunaan sistem embeding css ini sangat
disarankan karena memang banyak kelebihan yaitu mudah untuk melakukan
pengeditan, mengatur semantik dan praktis terkumpul dari satu file.
Internal Style Sheet
Adalah cara embeding css dengan menulis langsung di dalam file html
yang ingin kita atus tampilannya. Penulisan ini disisipkan diantara tag
head juga dengan diapit oleh tag style. Berikut ini contohnya:
<style type="text/css">
body{
background:#cccccc;
font-family:Arial;
}
</style>
|
Inline Style Sheet
Adalah penulisan script css langsung pada tag html dengan menambahkan style di dalamnya. Contoh:
<p style="font-size:20px;">Tulisan yang di atur </p>
|
Dua cara terakhir ini tidak disarankan digunakan karena rumit dan
memperbesar file setiap html anda sekaligus harus menulis di beberapa
tempat sekaligus, kecuali memang sangat darurat. Darurat disini berarti
memang tampilan segera dibutuhkan oleh pengguna saat itu sedangkan anda
sedang membuka fie itu dan tidak sempat membuka file css karena
keterbatasan koneksi misalnya.
Namun penggunaan external css akan memudahkan Anda di waktu kedepan dalam hal update dan editing.
Sejarah CSS
Nama CSS didapat dari fakta bahwa setiap deklarasi style yang berbeda
dapat diletakkan secara berurutan, yang kemudian membentuk hubungan
ayah-anak (parent-child) pada setiap style. CSS sendiri merupakan sebuah
teknologi internet yang direkomendasikan oleh World Wide Web Consortium
atau W3C pada tahun 1996. Setelah CSS distandarisasikan, Internet
Explorer dan Netscape melepas browser terbaru mereka yang telah sesuai
atau paling tidak hampir mendekati dengan standar CSS.
Post a Comment
[1] Berkomentar lah dengan sopan dan santun
[2] Tidak boleh saling mencaci sesama yg berkomentar .
[3] Jangan gunakan kata-kata kasar
[4] Di usahakan berkomentar bersifat yang membangun
[!] Terimakasih